about me..

My photo
i love to be my self..."bunglon" kata temen2 gw,krn tiap hari gaya gw selalu beda,kadang feminim,kadang tomboy, gak monoton..dan gw suka dengan gaya gw yg orisinil,ga ikutin orang..hehehee..banyak yang bilang,gw friendly,supel,gampang cari temen..yaaa gitu deh!!abis buat apa cari musuh??ya gak?? ;)

Thursday, February 14, 2019

ke KL bawa bayi? Siapa takut!!??!!

Idiiih dateng-dateng pajang foto lagi di Twin Towers! Apa banget... :D

Modal nekat, ngajak bayi jalan jauh. Tapi ternyata, 2 anak ini bisa diajak kompromi, alhamdulillah yah..

Udah siapin itinerary, tapi tetep, namanya bawa bocah, pasti ada skip nya juga sik...

Sampe di KL tuh jam 10PM waktu setempat, nginep di daerah KL Sentral, dari KLIA 2 ke Hotel sekitar 55 menit. Jadi ya bocah-bocah pada tepar sampe besok paginya. Padahal, hari pertama pagi rencana ke Batu Caves, tapi yaaa... SKIP ajalah, wong jam 9 pagi masih pada ngorok gitu :D

Akhirnya hari pertama cuma jalan ke KLCC, noh, foto-foto di gedung kembar, terus ngajak si Senyum berenang di KLCC Park (For Free -- Karena ya emang taman bermain anak yang disediain kolam renang). Btw, KL panas banget yaa... Jam 7:30PM aja masih terang benderang. Bayangin dah nih bocah berenang jam 2PM waktu setempat, kaga gosong aja udah sukuuurrr... :))) Bisa diliat di sini yak penampakan KLCC Park nya..

Kami nginep di My Hotel @ Sentral. Tempat yang cukup strategis buat gw yang bawa bocah, karena stasiun LRT, Monorail, Bus Go Genting dll tuh tepat di seberang hotel, di Nu Sentral Mall. Jalan dikit tinggal cuss.. Plus, tempat makan halal 24 jam. Di belakang hotel ada HUSEN CAFE, nasi lemaknya super enak dan es teh tariknya juaraaaaaaaaaaa...

Hari ke-2 tentu aja ke Genting dooong, nyobain naek gondola kaya di TMII :))) Beli tiketnya dari hari sebelumnya, dan prepare lagi karena bawa bocah, jadi ikut bus yang ga terlalu pagi yaitu 11:30 AM waktu setempat. Biaya bus Go Genting dewasa cuma RM 4.9.. Sementara anak di atas 3th kena RM 3.7 sekali jalan, dan tiket Awana Skyway nya juga langsung dibeli di konter Go Genting yang ada di Nu Sentral Mall jugaaa, sekali jalan RM 9.

-- Maapin, kapan2 dijelasin detail yak. Ini ngetik aja udah ngantuk banget hahahaha..

Tapi keseruan kita di Genting Highland bisa diliat DI SINI LHOOO :p

Balik dari Genting, tak lupa kita kunjungi Jl Alor, Bukit Bintang buat jajaaaannn....

Dan tak lupa pula, kami persembahkan jajanan yang wajib banget dicari... Eh, bukan jajanan, inimah buah kesukaan gw!! HAHAHAH

Durian Musang King sodara-sodara.. Ini sebiji harganya RM 45, kecil-kecil, tapi isinya bhuanyaaaakkk... MYGOD!! 

Abis itu pulang, naik monorail cuma RM 2 perorang. Anak usia di bawah 7th itu masih belom bayar transportasi ternyata, kecuali bus Go Genting yaak...

Hmmmm... Besok rencana pagi sebelum check in, kami mau ke daerah Masjid Jamek. Tapi kayaknya skip, mau ke Pasar Seni aja beli oleh-oleh :)))

Next blog, gw mau kasih info soal tukang pijet yang gw panggil ke hotel buat Swara yang abis terjun bebas dari kasur :D

BHAAAYYY....


Friday, September 28, 2018

Selamat datang bayi kecil....

Haloo semuaaa.. salam kenal, namaku Swara Canda Keneisha. Aku adiknya kakak Senyum Jenaka. Usia ku saat ini adalah 3 bulan..

Maaf, mami baru sempet ngabarin. Bahkan ngga kasih tau kapan hamil Swara.. Banyak cerita dalam perjalanannya.

Next time, mami bakalan ceritain saat mabuk-darat selama kehamilan ke-2 ini..

Btw, usia ku emang baru 3 bulan, tapi beratku udah 7kg lhoo... :))

Tuesday, March 13, 2018

"Buka Mata, Buka Cerita": Insto X Nia Dinata

Obat tetes mata apa yang ada di kepala lo setelah gue nanya ini??

Kalo jawabannya INSTO, berarti lo pinter! Karena kita semua tau, brand tetes mata nomor satu di Indonesia yang terpercaya itu ya cuma INSTO, yakan?

Kita tau dan kita sadar bahwa iritasi mata dewasa ini bukan hanya disebabkan oleh debu atau polusi udara. Coba tebak, apa saja yang di kemudian hari menjadi penyebabnya?

Kalo sudah ada yang kepikiran dan bisa jawab, lo bener banget! Tentu kita tahu, sejak kita buka mata penyebab iritasi mata memang benar-benar ada di depan kita. Salah satunya, penggunaan gadget dan komputer terlalu sering atau berada di ruangan ber AC terlalu lama yang mengakibatkan mata jadi kering, bahkan kegiatan memasak sekalipun. Kalo sudah gitu, tetes mata sangat dibutuhkan bukan? supaya iritasi mata nggak semakin mengganggu..



Saat ini, INSTO melihat target yang sangat berbeda dengan sebelumnya, bahwa, sudah gue jelaskan di atas apa saja penyebab iritasi mata ringan tersebut. Dan yang paling mungkin terkena dampak dari penggunaan gadget, komputer atau berada di ruangan berAC adalah anak-anak muda atau millenials.

Untuk itu, untuk menggaet target yang sesuai, dan dengan tujuan yang sejalan dengan kebijakan Pemerintah dalam mendukung industri kreatif, maka INSTO bersama dengan Nia Dinata untuk membuat satu Film Mini Dokumenter pertama di Indonesia yang menggunakan Snapchat Spectacles bertajuk "Buka Mata, Buka Cerita".



Dengan proses yang cukup panjang melibatkan 1000 peserta yaitu para anak muda kreatif yang mengirimkan cerita, hanya ada 9 cerita terpilih karena keberhasilan peserta dalam mengangkat dokumenter yang syarat dengan keunikan, sensitivitas akan realita yang ada.



Tujuan dari diadakannya kolaborasi Film Mini Dokumenter ini sendiri adalah mengajak anak-anak muda untuk secara jujur dan kritis menyampaikan yang terjadi di sekitar mereka dan apa yang mereka alami dari sudut pandang mata mereka masing-masing.

Dari 9 cerita dan sudut pandang yang berbeda itulah, lalu diedit jadi satu sehingga terbentuk Film Mini Dokumenter "Buka Mata, Buka Cerita" ..

Dan dari 9 cerita di video youtube di atas (sudah nonton belum? klik deh linknya..) yang sudah dijadikan Film Mini Dokumenter, ada 3 film dari peserta atau Co-Director terbaik yang mendapatkan hadiah piagam dan uang tunai dari INSTO, yaitu film "Yang Berdiri Sejak Lama" oleh Ghafara Difa Harashta, "Di Bawah Fly Over" oleh Yudhistira Tegar Hermawan dan "Pohaci" oleh Sri Sulistiani.



Kalo mau gue kulik sedikit, dari 9 cerita tersebut, masing-masing cerita itu diwajibkan mengumpulkan rekaman dari Snapchat Spectacles selama 1 menit. Kebayang dong, sebegitu sedikit waktu tapi diharuskan untuk bisa menjelaskan secara detail apa yang terjadi di sekitar kita dan yang bisa dijadikan bahan untuk film dokumenter ini. Makanya, salut buat anak-anak muda yang berani berkarya! 

Dan di bawah ini adalah kacamata kamera Snapchat Spectacles yang digunakan untuk merekam 'bakal film' dokumenter tersebut.

(source: google)

Pemilihan tema dan juga cerita ini sepenuhnya dipercayakan oleh INSTO kepada Nia Dinata, yang mana kita tahu, bikin film panjang yang keren saja dia jagonya, apalagi ngasih workshop seharian buat peserta atau Co-Director Film Mini Dokumenter ini, ya kan??


Butuh 4th sekolah film baik di dalam maupun luar negeri untuk bisa bikin film keren, dan dengan 1 hari penuh workshop dengan INSTO dan Nia Dinata, Film Mini Dokumenter "Buka Mata. Buka Cerita" inipun bisa kita nikmati..

Sekali lagi, kalo mau liat Film Mini Dokumenter nya, lihat di sini yaa...